Gemar catur namun tak pernah juara. Disalurkan dengan mengoleksi papan/bidak catur dan menulis artikel catur. Hari-hari diisi membaca, menulis, dan bersosialisasi. Selain mengisi blog www.pepihnugraha.com, mempraktikkan Citizen Journalism. Banyak peristiwa remeh-temeh dan tidak penting, tetapi cukup menarik sebagian kecil orang. Menulis di blog telah menolongnya menemukan kembali jati dirinya.Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak Anda semua berdiskusi. Begini persoalannya: siapapun yang keluar sebagai pemenangnya, andai Pilpres 2009 terjadi satu putaran pada 8 Juli nanti dan kelak menjadi presiden/wapres (bisa SBY-Boediono, JK-Wiranto, atau MEGA-PRO), apakah pelantikan presiden/wapres sedianya direncanakan dilakukan pada 20 Oktober 2009 bisa dimajukan, misalnya menjadi bulan Juli 2009? Pertanyaan ini muncul setelah saya berkesempatan berbincang-bincang dengan salah seorang menteri dalam sebuah kesempatan beberapa hari lalu. Baca artikel selengkapnya »
Rabu, 1 Juli 2009 kemarin, saya menghadiri peluncuran sebuah web yang mengupas seluk beluk gaji atau upah pekerja di Indonesia. Nama situsnya gajimu.com. Saya hadir bersama Mas Edi Taslim dan Tommy ke Pisa Cafe, tempat dimana peluncuran itu berlangsung, karena gajimu.com yang berafiliasi ke The WageIndicator Foundation itu bekerja sama dengan rubrik Perempuan Kompas.com. Konon, di era globalisasi dimana dunia menjadi “desa dunia”, setiap pekerja harus mengetahui berapa sesungguhnya standar gaji yang diperoleh sesuai dengan profesi dan keahliannya. Baca artikel selengkapnya »
Pada Sabtu 27 Juni 2009 lalu, Kompasiana menyelenggarakan Kompasiana Blogshop 2 di Lantai V Gedung Kompas-Gramedia Jalan Palmerah Selatan 26-28 Jakarta. Ini merupakan kegiatan rutin bulanan dimana pengasuh Kompasiana melakukan sharing penulisan dan pembuatan blog, mulai desain sampai konten blog. Berbeda dengan Kompasiana Blogshop pertama pada 30 Mei lalu yang diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa, Kompasiana Blogshop kali ini terbuka untuk umum. Para peminat antusias mengikuti setiap pelatihan yang interaktif. Peserta langsung diberi kesempatan menulis apa saja seusai pelatihan dimana hasilnya kemudian dibahas satu persatu. Baca artikel selengkapnya »
Saya beruntung dapat menyaksikan penampilan penyanyi lawas pujaan saya, Berlian Hutauruk dan Yockie Suryoprayogo. Berlian yang saya kenal adalah penyanyi dengan suara tenor tanpa cela, melengking tinggi namun tetap menyimpan kemerduan yang mengusap dan menyentuh kalbu, khususnya saat dia menyanyikan Badai Pasti Berlalu. Dua jam lalu, Senin (29/6) malam di bentara Budaya Jakarta, penyanyi kelahiran 11 Oktober 1957 ini, memamerkan suara getasnya yang saya rasakan malam itu lebih sempurna dari suara Nana Mouskouri atau Celine Dion sekalipun. Pada Mouskouri dan Dion, dua penyanyi yang juga saya suka, saya tidak mendengar suara “gagah” namun merdu mengalun seperti pada suara Berlian malam itu. Baca artikel selengkapnya »
Pada draft content management system (CMS) Kompasiana yang saya pelototi, saya menemukan satu tulisan berbahasa Malaysia berjudul “Indonesia, pada Pandangan Rakyat Marhin Malaysia Ketika Ini“. Artikel yang ditulis Nazri Yahya ini sayangnya belum selesai, masih dua aliena saja dan oleh penulisnya masih disimpan sebagai draft. Meski demikian, sebagai pengasuh Kompasiana, saya terkesan dengan artikel yang isinya kira-kira memuat pandangan tentang Indonesia di mata Malaysia. Tidak provokatif sebagaimana pemerintah Kerajaan Malaysia terhadap berbagai kedaulatan di Indonesia. Sebaliknya, justru memuat pandangan Nazri Yahya mengenai negeri ini.
Saya tentu saja tidak mem-publish atau menayangkan tulisan yang belum selesai itu. Akan tetapi dalam kesempatan ini saya akan memuat unfinished story Nazri Yahya itu di bawah ini: Baca artikel selengkapnya »
Saya dapat kabar dari Purwakarta, Jawa Barat, bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan tidak menduga jika sekitar 1.000 spanduk sosialisasi pencontrengan Pemilihan Umum Presiden 2009 yang telah disebar di seluruh Indonesia bermasalah. Menurut anggota KPU Syamsulbahri, Jumat (26/6) tadi saat meninjau kesiapan logistik di KPU Purwakarta, pihaknya (KPU) mengaku tidak ada unsur kesengajaan atau keberpihakan KPU pada salah satu pasangan calon.
Apa pasal? Apa gerangan masalahnya? Baca artikel selengkapnya »



Pada suatu masa, kelom geulis tasik, yakni semacam sandal terbuat dari kayu ringan, sangat populer. Bukan populer di Tasikmalaya, kota dimana kelom geulis itu dilahirkan, tetapi malah terkenal di luar Tasikmalaya. Pada permukaan kelom geulis lama, lazim digambar dan dilukisi motif bunga sehingga menyerupai lukisan batik, tetapi warna dasar umumnya putih atau gading.
Waktu berlalu. Kelom geulis (yang berarti sandal kayu cantik) sempat tenggelam. Akan tetapi, sekarang kelom geulis tasik muncul kembali dalam aneka bentuk yang menawan, juga lukisan yang beragam, enak dipandang mata. Apalagi kelom geulis tasik itu benar-benar dipakai oleh mojang geulis alias gadis cantik. Ehem…. Baca artikel selengkapnya »
Kalau mau tampilan foto Facebook yang keren, sesekali ganti foto profil Anda dengan Quick Response Code (QR Code). Memang hanya kode “batik” hitam-putih yang seperti tanpa arti. Padahal, inilah kode yang memungkinkan seseorang tertautkan (linked) dengan situs web, situs pertemanan, atau blog pribadi sekalipun. Bukan itu saja, QR Code bisa dimanfaatkan untuk menampilkan teks, nomor telepon/ponsel, atau pesan singkat (SMS). Mulai 15 Juni 2009 lalu, Harian Kompas menancapkan tonggak sejarah baru dengan memperkenalkan QR Code pada setiap berita/tulisan pilihan, misalnya berita utama. Dengan QR Code itu, pembaca Harian Kompas (print) dapat “meniti jembatan” untuk menyeberang ke Kompas.com (online) dimana disana ditemukan pengayaan dari berita utama tadi melalui ponsel pintar yang mobile!
Apakah hanya Harian Kompas (print) saja yang dapat membuat QR Code?
Tidak! Anda juga bisa membuatnya sendiri dengan mudah!
Caranya? Ikuti petunjuk saya berikut ini: Baca artikel selengkapnya »



Siapa bilang jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009 suasana menjadi panas, degup jantung politik berdetak keras, tensi politik meninggi. Bahkan, Kompasiana ini diramaikan pula oleh mereka yang pro atau kontra terhadap pasangan-pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (MEGA-PRO), Jusuf Kalla-Wiranto (JK-WIN), dan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY-Boediono). Komentar yang terlontar pun terasa panas dan terkadang emosional, tidak lagi rasional. Tetapi bila Anda berkunjung ke Tasikmalaya, Jawa Barat, suasana sangar kampanye Pilpres tidak terasa ganas. Sebaliknya, terasa menyejukkan dan damai, setidak-tidaknya di “Arena Wisata Politik”.



Saat saya berkunjung ke tempat kelahiran saya itu, saya sempat mengernyitkan dahi. Politik dijadikan wisata? tanya saya dalam hati. Saya pun masuk ke Jalan Tarumanagara, kira-kira 300 meter arah Timur Masjid Agung, ruas jalan yang dijadikan perhelatan terbuka itu. Di pintu masuk Arena Wisata Politik itu terdapat patung raksasa berbentuk manusia yang duduk di atas kursi berukuran besar. Ukuran patung terbuat dari karton itu sekitar 10 meter. Di bawah patung raksasa yang menggambarkan kekuasaan dengan kursinya itu terdapat patung-patung kecil yang menggambarkan rakyat banyak, rakyat yang dicuwekkan oleh sang penguasa yang telah berhasil menduduki kursi kekuasaan itu. Moga-moga kondisi ini tidak terjadi di negeri ini setelah tanggal 8 Juli 2009 nanti.
Di dalam arena terdapat stand ketiga pasangan, lengkap dengan atributnya. Ada tempat untuk talkshow dan panggung terbuka di belakang arena. Biar tidak penasaran, saya postingkan sejumlah foto yang berhasil saya abadikan dengan menggunakan ponsel berkamera.
Citizen Journalism Project/by Pepih Nugraha
Saya berkesempatan berbicara pada Stadium Generale atau kuliah umum di Universitas Islam Bandung (Unisba), Kamis, 18 Juni 2009 lalu. Kuliah umum di depan 250 mahasiswa itu bertajuk Journalism Goes Online: peluang dan tantangan jurnalisme menghadapi cyber world. Karena tiga hari sebelumnya (15 Juni 2009) Harian Kompas untuk pertama kalinya memperkenalkan Quick Response (QR) Code, yakni hyperlink fisik yang menjadi “jembatan” antara print dengan online, saya pun menyiapkan materi kuliah umum itu dengan membahas fungsi, manfaat dan kegunaan QR Code yang diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia oleh Kompas. Terlebih lagi, saya membeberkan pertautan antara Kompas Print dengan Kompas online (Kompas.com) dan Kompas Mobile berkat “jembatan” QR Code. Baca artikel selengkapnya »
Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. ...